Crown gambling_Online gambling is illegal_Indonesia's most popular online gambling game

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Platform judi biasa

JikOnline Online bettingbettinga Online bettingmau ditelusuOnline bettingri lebih lanjut, UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan memang mengatur perihal kendaraan yang mendapatkan hak utama, yakni pada pasal 134 dan 135.

Sesama warga yang baik harus saling mengingatkan via twitter.com

“Saya tidak benci dengan motor gede. Sasaran saya sesungguhnya adalah aparat kepolisian, karena izin yang digunakan untuk mengawal itu adalah salah satu penyalahgunaan, sehingga mengganggu”, ujar Elanto.

— Poltak Hotradero (@hotradero) August 16, 2015

— Prada (@adimuliapradana) August 15, 2015

Pada pasal 134, disebutkan sejumlah pengguna jalan yang memperoleh hak untuk didahulukan:

Bisakah kamu menemukan kata “konvoi moge” dalam penjelasan tersebut?

— Elanto Wijoyono (@joeyakarta) August 15, 2015

a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas

d. Kendaraan pimpinan lembaga negara Republik Indonesia

Meskipun perihal pengawalan terhadap konvoi sudah diatur dalam undang-undang, menurut Elanto, pemberian perlakuan khusus terhadap moge tetaplah tidak patut, karena konvoi yang sifatnya rekreasi itu bukan prioritas.

Sekarang (orang yang bertugas mengurusi) humas komunitas moge sedang pontang-panting mengklaim kalau HDCI adalah klub motor yang mencintai Yogya. Komjen (Purn) Nanan Soekarna selaku ketua HDCI juga telah berjanji akan menindak tegas anggotanya yang terbukti melanggar aturan. Secara tidak mengejutkan pula Kapolri Jendral Badrodin Haiti menjustifikasi tindakan lembaganya dengan mengakatakan bahwa boleh-boleh saja konvoi moge menerobos lampu merah, selama dalam pengawalan petugas.

Kata “kepentingan tertentu” dalam pasal 134 (g) memang terdengar rancu. Untuk itu, kita harus membaca dengan seksama penjelasan yang juga disajikan dalam UU tersebut. Yang dimaksud dengan “kepentingan tertentu” adalah kepentingan yang memerlukan penanganan segera, antara lain, kendaraan untuk penanganan ancaman bom, kendaraan pengangkut pasukan, kendaraan untuk penanganan huru-hara, dan kendaraan untuk bencana alam.

e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara

f. Iring-iringan pengantar jenazah

Siapa yang salah, siapa yang benar biarlah netizen (termasuk kamu sendiri) yang menentukan. Untuk sekarang nikmati saja dulu sosok pahlawan yang ada dalam diri Elanto Wijoyono dan rekan-rekannya.

Memang, di akhir pekan menjelang peringatan 70 tahun kemerdekaan RI ini jalanan Yogyakarta diramaikan oleh komunitas moge. Mereka hadir dalam rangka memeriahkan Jogja Bike Rendezvous 2015. Namun pemberian pengawalan khusus (Patwal) dari pihak kepolisian dan tindakan semena-mena menerobos lampu merah tidak bisa diremehkan bagi Elanto cs.

c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas

Kedua foto, walau berbeda – punya kesamaan. pic.twitter.com/VDgmItbcQu

Sejak sabtu (15/8), jagat maya Indonesia dihebohkan dengan video yang menampilkan aksi seorang pesepeda yang menghadang dan menegur konvoi Harley Davidson di Yogyakarta. Sambil menuntun sepedanya, Elanto (32) mengingatkan para pengendara moge untuk mematuhi peraturan lalu lintas (dalam kasus ini lampu merah) yang secara terang-terangan diterobos oleh konvoi sehingga menciptakan kemacetan di perempatan Condong Catur, Yogyakarta.

ini orang keren banget! Lindungi hak orang lain. Polisi ada bukan utk melindungi yg punya duit. pic.twitter.com/Xcl7VbqZft — San Hasan (@MisterKopi) August 15, 2015

Hak spesial yang diperoleh pengguna jalan di atas adalah pengawalan petugas kepolisian dan/atau penggunaan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi sirene. Hal ini tertuang di dalam pasal 135.

— Yanuar Nugroho (@yanuarnugroho) August 16, 2015

g. Konvoi dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara.

b. Ambulans yang mengangkut orang sakit

Apa yang dilakukan Elanto memang bukan tindakan spontan melainkan aksi yang sudah direncanakan sebelumnya. Sebagai warga, Elanto merasa terpanggil untuk saling mengingatkan warga lain (sesama pembayar pajak) bahwa ada aturan yang harus dipatuhi; bahwa ada hak-hak pengguna jalan lain yang terkesampingkan pada sore itu.

“Saya bayar pajak. Ini (motor) polisikah? Rotator? Mana penindakan? Pasal UU No. 22!” seru Elanto dan rekan-rekan dalam mengkritisi penggunaan rotator dan sirine.