Apa Bedanya Penyakit Gerd dan Maag, dari Gej「Baccarat Banker」ala hingga Faktor Pemicunya Halaman 2

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Platform judi biasa

Tidak hanya persoalan pola makan, kegemukan saja, ternyata posisi tidur terutama setelah makan itu juga menjadi faktor risiko yang bisa memungkinkan seseorang mengalami gejala Gerd.

Ada beberapa faktor risiko seseorang mengidap Gerd seperti berikut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Seperti diketahui, obesitas atau kegemukan juga sangat erat kaitannya dengan pola makan yang menjadi faktor risiko pertama gangguan Gerd ini.

Baca juga: Punya Mag atau Gerd, Amankah Puasa Saat Ramadhan? Ini Penjelasan Ahli

3. Obesitas

Faktor risiko Gerd lainnya yaitu, perubahan hormon tubuh, konsumsi obat-obatan yang memicu refluks asam lambung,gangguan kecemasan, serta gangguan hernia hiatus dan memiliki sfinger esofagus bagian bawah yang pendek (kurang dari 3 cm).

Hampir sama dengan penyakit lainnya, obesitas atau kegemukan juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengidap Gerd. 

Baca juga: Halo Prof! Apa Sih Bedanya Sakit Maag dengan GERD?

Faktor risiko Gerd yang kedua adalah merokok. dr Hasan mengatakan, rokok itu juga mempengaruhi bagian organ kerongkongan.

Pola makan yang berlebihan atau makan-makanan yang mengandung kafein tinggi atau kandungan lemak yang tinggi merupakan sumber makanan yang meningkatkan seseorang menderita Gerd.

2. Merokok

4. Posisi tidur

Bahan makanan yang bisa memicu Gerd adalah kopi, cokelat, makanan berlemak, pedas dan digoreng, jus buah atau buah yang asam, rempah-rempah, minuman bersoda, dan alkohol.

5. Faktor risiko lainnya

1. Pola makan