Bisnis Restoran Kian Lesu, Layanan Pesan Antar T「Baccarat Malaysia」idak Jamin Keberlangsungan

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Platform judi biasa

KetBaccarat Baccarat MalayBaccarat MalaysBaccarat MalaysiaiasiamalaysBaccarat Malaysiaiaua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani, mengatakan layanan delivery order dan takeaway restoran selama PPKM tidak menjamin pelaku usaha dapat mempertahankan bisnisnya saat pandemi.

Tidak semua restoran juga berbasis layananan delivery order. Hariyadi menyebutkan memang ada restoran yang didesain untuk pengalaman makan di tempat (dine in).

Hariyadi mengatakan bagi masyarakat yang punya daya beli tinggi akan beralih ke layanan delivery order.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Pemilik Restoran Berharap Juga Dapat Bantuan Selama PPKM

Baca juga: Perjuangan Restoran Padang Selama Pandemi, Omset Turun hingga 70 Persen

"Mereka memilih memasak di rumah," kata Hariyadi.

Restoran di dalam mal juga mengalami kondisi yang menantang. Pasalnya, menurut Hariyadi aktivitas makan di restoran dalam mal seiring dengan aktivitas lain di mal.

Pelayan mengenakan masker dan pelindung wajah saat mempersiapkan pesanan makanan di Restoran Sederhana, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). Sebagai bagian dari rencana penerapan kenormalan baru 8 Juni 2020, pemerintah DKI Jakarta mengharuskan pengusaha rumah makan membatasi kapasitas maksimal 50 persen, larangan penyajian makanan secara prasmanan dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Namun demikian, masyarakat daya beli terbatas tidak mungkin memesanan makanan setiap hari.

KOMPAS.com -  Restoran di beberapa wilayah Indonesia hanya mengandalkan layanan pesan antar (delivery order) dan bungkus bawa pulang (takeaway) makan sejak PPKM darurat sampai PPKM Level 4.

Sebab, salah satu daya tarik dari mal adalah orang ingin menikmati pengalaman makan di restoran.

“Dua layanan itu (delivery order dan dine in) punya pangsa pasarnya sendiri-sendiri,” tambahnya.

“Kalau kita bicara apakah pelaku usaha terbantu dengan adanya delivery, itu belum tentu,” kata Hariyadi dikutip dari Antaranews.com.