Blackjack odds_Texas Hold'em Rules Size_Lottery website platform_Sabah Sports Website

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Platform judi biasa

SemogLive entertainmenta keberhasLive eLive entertainmentntertainmentilan observasi di Natuna bisa menjadi awal yang baik untuk pencegahan virus corona di Indonesia. Selain mengandalkan pemerintah, kita sendiri juga perlu menjaga kesehatan dengan baik. Gunakan masker saat bepergian dan cuci tangan sampai bersih setelah pulang ke rumah.

Sebagian orang menyangka kalau observasi tersebut berlangsung dengan menegangkan dan penuh ketakutan. Namun seorang WNI yang diobservasi, Yuliannova Lestari Chaniago, mengaku kalau dia nyaman tinggal di sana walaupun rindu pada keluarga. Dia juga berkata kalau observasi di Natuna berjalan dengan sangat menyenangkan.

“Fun ya, kami senang, happy banget. Berat badan kami naik. Karena memang masa observasi untuk meningkatkan kualitas kesehatan kami dan memang sangat diperhatikan. Tiap hari diperiksa,” kata Yuli.

Dilansir dari Detik, Fadjroel Rachman selaku juru bicara presiden menyatakan kalau pihak pemerintah menerima kepulangan para WNI itu dengan hati dan tangan terbuka. Dia juga berkata kalau masyarakat tak perlu khawatir berlebihan. Sebab, 238 WNI dari Hubei telah menjalani observasi sesai protokol Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mereka sudah dijamin sehat dan bebas dari virus corona. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menyambut mereka dengan tulus dan ikhlas.

Pada Sabtu (15/2), 238 WNI dari Hubei yang sudah selesai menjalani observasi diterbangkan ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Mereka naik pesawat Boeing 737 dan Hercules milik TNI AU. Pesawat pertama berangkat pada pukul 13.15 WIB, lalu disusul oleh dua pesawat setelahnya. Mereka tampak terharu dan bahagia saat bertemu keluarga yang menjemput di bandara. Setelah sampai di Jakarta, mereka akan pulang ke daerah masing-masing.

Dilansir dari Kompas, 238 WNI yang dievakuasi dari Provinsi Hubei dinyatakan sehat dan bebas dari virus corona. Mereka sudah menyelesaikan proses observasi selama dua minggu di Natuna, Kepulauan Riau. Selama proses tersebut, mereka tinggal bersama di dalam tenda-tenda yang jauh dari pemukiman. Setiap hari kondisi fisiknya diperiksa oleh tenaga medis.

Sebelum dilakukan penerbangan, terlebih dulu dilakukan serah terima 285 orang yang diobservasi di Natuna kepada pemerintah. Jumlah 285 orang itu terdiri dari 238 WNI yang tinggal di Provinsi Hubei, 1 WNA (suami dari WNI), 5 anggota tim pendahulu KBRI Beijing, dan 42 orang tim penjemput termasuk kru pesawat dan petugas kesehatan.

Merebaknya virus corona membuat banyak orang ketakutan. Hingga kini, ada puluhan ribu orang yang sudah tertular di berbagai negara. Bahkan lebih dari seribu di antaranya dinyatakan tewas. Namun anehnya, sampai sekarang belum ada pasien virus corona di Indonesia. Sebagian pihak khawatir hal ini terjadi akibat fasilitas kesehatan yang belum memadai untuk melakukan pendeteksian. Namun di sisi lain, banyak yang bercanda kalau orang Indonesia mempunyai daya tahan tubuh yang kuat sehingga tak mudah tertular virus corona.

Terlepas dari dugaan-dugaan tersebut, pemerintah berusaha sebaik mungkin menyelamatkan rakyatnya dari virus corona. Pada 1 Februari silam, ratusan WNI dari Cina dievakuasi ke Indonesia. Mereka pun diperintahkan untuk menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau. Kini karantina tersebut sudah selesai. Bagaimanakah hasilnya?