Baccarat Casino_Roulette game_Betting website platform_Baccarat probability calculation

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Platform judi biasa

“SBBaccarat Techniques and Strategiesaccarat Techniques and Strategiesebentar, kaBaccarat Techniques and Strategiesmu lihat deh, mereka ngantuk. Kasihan ~”

CFD di Gresik, Solo, Pekanbaru, Malang, Surabaya, dan beberapa kota lainnya, ada burung hantu juga kan disana? Pertanyaannya, buat apa? Lagi-lagi buat menarik animo warga, pengunjung CFD. Untuk berfoto bersama dan bahkan diperjualbelikan, harganya mulai dari Rp 750 ribu bergantung ukuran. Ada juga yang berdalih menyosialisasikan kalau toh burung hantu tak berbahaya dan pantas dipelihara. Nggak pas siang hari juga lah ya dan juga dibawa ke sana. Apa artinya kamu bilang menyayangi bumi dengan mengurangi polusi udara, kalau kamu malah melecehkan yang lainnya.

Dilansir dari profauna.net, Drh. Wita Wahyudi mengatakan, burung hantu yang dipaksa aktif di siang hari itu akan memicu stres burung hantu yang tidak bisa ditolerir oleh tubuhnya sendiri. Tak hanya itu, aktivitas di siang yang terik juga berdampak buruk terhadap retina burung hantu yang sensitif terhadap sinar, jelas lagi ini sama sekali tak ramah untuk satwa.

“Ya pernah sih, tapi kan biasanya malem, jatohnya serem kalau malem, hahaa..”

Kalau kamu kesana, coba deh perhatiin, burung hantu itu selalu terlihat mengantuk dan sesekali tertidur. Sementara sang pemilik begitu semangat menawarkan jasa foto. Kalau ada pelanggan, mereka seketika akan dibangunkan. Kadang ketika sesi pemotretan dilangsungkan, mata burung-burung ini terlihat mulai tertutup. Lagi-lagi dipaksa bangun agar memuaskan pelanggan dengan foto yang bagus. Antusiasme wisatawan memang jadi tinggi dengan keberadaan mereka, tapi jangan sampai dong hati nuranimu tertutup.

“Ya ampun, norak amat. Kaya nggak pernah lihat burung hantu aja.”

Ada beberapa alasan kenapa ada beberapa orang yang gemar memelihara burung hantu sebagai koleksi. Alasan yang sering dilontarkan ialah, cinta. Karena mereka mengaku merawatnya dengan benar dalam arti memberi makan dan minum dengan cukup. Padahal, apa itu aja cukup? Enggak.

Asal kamu tahu, burung hantu punya peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem, karena mereka adalah predator yang memangsa satwa yang berpotensi menjadi hama seperti tikus. Nah, kalau mereka terus diburu dari alam, diperdagangkan dan dikoleksi di rumah-rumah, maka keseimbangan alam jadi timpang. Kamu bisa bayangin sendiri.

Kalau Provinsi Jawa Tengah sudah  bertindak, bagaimana dengan Provinsi Sulawesi Utara yang tempat wisatanya juga ada praktik serupa? Atau provinsi-provinsi lainnya? Kita doakan, semoga diberhentikan segera. Untuk membantu kelestarian dan kesejahteraan satwa, kamu juga tolong nggak lagi foto sama mereka ya. Harapannya satu, praktik ini semakin berkurang peminatnya dan berhenti semua. Dan semoga para tukang foto punya ide yang lebih baik untuk mencari nafkah tanpa harus menyiksa hewan. Amin.

Coba deh bayangin diri sendiri, apa rasanya kalau jam tidurmu kurang? Gimana rasanya kalau pas ngantuk banget dan hampir tertidur lantas mukamu disiram air? Itu yang terjadi pada mereka, itulah nasib burung-burung hantu yang sengaja dieksploitasi di beberapa tempat wisata. Mereka DIPAKSA tetap terjaga di siang hari yang begitu teriknya agar bisa menarik pengunjung untuk berfoto bersama mereka.

Ya, hewan seringkali jadi korban keserakahan manusia. Demi mendapatkan lembaran uang itu, manusia sekarang rela dan menganggap `penyiksaan` terhadap hewan merupakan sebuah hal wajar. Karena mereka tak kuasa melawan, manusia jadi seenaknya mempertunjukkan kebolehan mereka tanpa peduli pada kondisi. Lagi-lagi alasannya cuma satu, uang. Tengoklah kebun binatang, beberapa sering memperlakukan para hewan dengan tidak baik. Di beberapa obyek wisata pun belakangan ini terjadi eksploitasi hewan. Yuk, kembalikan kesadaran kita bersama, semoga hati nurani masih pada tempatnya.

“Waah.. Ada burung hantu, lucu banget. Kesana yuk, fotoin aku sama mereka.”

kamu suruh dia tidur pas malem pun itu nggak bisa, sudah dari sononya